Tampilkan postingan dengan label Berita Sekilas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sekilas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2013


 Mendengar berita tentang kenaikan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500, langsung saja sebagian besar warga ramai-ramai rela antri di pom-pom bensin berjam-jam. Alasannya simpel saja, dihitung-hitung lumayan bisa menghemat 2000 per liter nya.

Saya terheran-heran melihat respon masyarakat yang begitu besar menanggapi keputusan kenaikan harga BBM ini. Anehnya dan sangat disayangkan, kenapa kita tidak menerapkan respon yang sama ke dalam hitung-hitungan untuk kepentingan akhirat kita?

Sebagai contoh sederhana saja, kemarin ketika menghadiri kewajiban jum'at, berapa besarkah antusias kita menjadi orang yang bersegera menuju masjid? Berapa besarkah antusias kita menjadi orang yang berada di shaf terdepan? Berapa besarkah ambisi kita menjadi orang yang paling dekat dengan imam?

Bukankah kita tahu bahwa orang yang bergegas menuju masjid di hari Jum'at pada jam-jam pertama pahalanya seperti berkurban dengan seekor unta? Pada jam-jam kedua seperti berkurban dengan seekor sapi? Jam ketiga seperti berkurban dengan seekor kambing? Jam keempat seperti berkurban dengan seekor ayam? Pada jam-jam kelima seperti berkurban dengan sebutir telur?
Mengapa kita lebih memilih datang pada detik-detik terakhir di saat khatib mau naik mimbar?

Sadarkah kita ketika itu kita telah melewatkan kesempatan memiliki uang sebesar Rp 12 juta lebih (harga unta standar) atau Rp 9 juta lebih (harga sapi standar), atau Rp 1 juta lebih (harga kambing standar), atau Rp 20 ribu lebih (harga ayam standar), atau paling tidak telah melewatkan kesempatan memiliki uang Rp 1000 perak?
Kenapa kita hanya pintar berhitung untuk maslahat duniawi saja padahal dunia ini bersifat semu dan sementara? Mengapa kita tidak antusias memikirkan kepentingan ukhrawi padahal kehidupannya adalah kehidupan hakiki dan kekal abadi?
Ini adalah musibah.

Atau karena kita kurang yakin dengan hadits Nabi tentang keutamaan bersegera hadir untuk shalat Jum'at yang diriwayatkan oleh Al-Bukhaari dan Muslim ini?
Jika demikian, maka musibahnya lebih besar.

Allaahumma waffiqnaa li kulli khair...

Faedah dari Ustadz Abu Yazid Nurdin
Via Status Nasehat

Jumat, 21 Juni 2013

WHO: 600.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat merokok pasifHari Tanpa Tembakau Sedunia ke-26 yang diperingati pada 31 May pekan lalu menyoroti asap rokok yang berbahaya bagi bayi, wanita hamil dan mereka yang di bawah 18 tahun.

Dunia medis telah membuktikan bahwa merokok tidak hanya membahayakan perokok itu sendiri tetapi juga membahayakan mereka yang non-perokok tetapi menghisap asap rokok, yakni perokok pasif.

Bertepatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa rokok membunuh 6 juta orang setiap tahunnya dan 600.000 orang di antaranya adalah perokok pasif.

“Kita harus bertindak sekarang,” kata Dr. Nawar Tayara, seorang dokter anak dan spesialis paru anak (paediatric pulmonologist) di Dubai Healthcare City, seperti dikutip thenational.ae.

Dia percaya harus ada zona merokok di tempat-tempat umum agar non-perokok tidak menghisap asap rokok.

“Kita harus meningkatkan kesadaran tentang asap rokok pasif dan kita harus melakukannya hari ini,” katanya. “Orang-orang punya hak untuk tidak menghirup asap ini karena ini benar-benar sangat, sangat berbahaya. Bahkan dari merokok pasif kita bisa menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung.”

Menurut menurut, sekitar 700 juta anak-anak -hampir setengahnya dari jumlah anak-anak di dunia- terkena asap rokok pasif. Sekitar 90 persennya terkena asap rokok karena orangtua mereka merokok di lingkungan rumah, kata Dr. Tayara.

Anak-anak adalah korban terbesar dari asap rokok pasif karena mereka memiliki paru-paru yang kecil, nafas yang lebih cepat dan sistem imun yang lebih lemah. Menghirup asap rokok bisa menyebabkan infeksi pada telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak dan pnemonia, berdasarkan penelitian medis.

“Para orangtua seharusnya tidak memiliki alasan untuk merokok di dekat anak-anak mereka,” kata Dr. Tayara. “Jika anda memiliki anak-anak dan harus merokok, maka lakukan di luar rumah – menghentikan asap rokok pasif adalah benar-benar sangat, sangat penting ketika mereka masih kecil.”

Merokok pasif bisa menyebabkan masalah-masalah pernafasan dan meningkatkan serangan jantung, asma dan bahkan kanker paru-paru. Bagi wanita hamil, merokok pasif bisa menambah resiko kelahiran bayi berat badan rendah dan kelahiran prematur.

Wedad Al Maidoor, kepala pengawasan tembakau di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa setiap orang memiliki peran dalam meningkatkan kesadran tentang bahaya asap rokok.

“Kita tahu asap rokok pasif berbahaya dan bisa menyebabkan orang sakit dan bahkan meninggal akibat asap rokok,” katanya. “Anak-anak dan wanita khususnya memiliki hak untuk hidup di lingkungan bebas rokok. Hal ini akan terjadi dengan memperkuat hukum dan melalui pendidikan.”
 


Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-26 yang diperingati pada 31 May pekan lalu menyoroti asap rokok yang berbahaya bagi bayi, wanita hamil dan mereka yang di bawah 18 tahun.

Dunia medis telah membuktikan bahwa merokok tidak hanya membahayakan perokok itu sendiri tetapi juga membahayakan mereka yang non-perokok tetapi menghisap asap rokok, yakni perokok pasif.

Bertepatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa rokok membunuh 6 juta orang setiap tahunnya dan 600.000 orang di antaranya adalah perokok pasif.

“Kita harus bertindak sekarang,” kata Dr. Nawar Tayara, seorang dokter anak dan spesialis paru anak (paediatric pulmonologist) di Dubai Healthcare City, seperti dikutip thenational.ae.

Dia percaya harus ada zona merokok di tempat-tempat umum agar non-perokok tidak menghisap asap rokok.

“Kita harus meningkatkan kesadaran tentang asap rokok pasif dan kita harus melakukannya hari ini,” katanya. “Orang-orang punya hak untuk tidak menghirup asap ini karena ini benar-benar sangat, sangat berbahaya. Bahkan dari merokok pasif kita bisa menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung.”

Menurut menurut, sekitar 700 juta anak-anak -hampir setengahnya dari jumlah anak-anak di dunia- terkena asap rokok pasif. Sekitar 90 persennya terkena asap rokok karena orangtua mereka merokok di lingkungan rumah, kata Dr. Tayara.

Anak-anak adalah korban terbesar dari asap rokok pasif karena mereka memiliki paru-paru yang kecil, nafas yang lebih cepat dan sistem imun yang lebih lemah. Menghirup asap rokok bisa menyebabkan infeksi pada telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak dan pnemonia, berdasarkan penelitian medis.

“Para orangtua seharusnya tidak memiliki alasan untuk merokok di dekat anak-anak mereka,” kata Dr. Tayara. “Jika anda memiliki anak-anak dan harus merokok, maka lakukan di luar rumah – menghentikan asap rokok pasif adalah benar-benar sangat, sangat penting ketika mereka masih kecil.”

Merokok pasif bisa menyebabkan masalah-masalah pernafasan dan meningkatkan serangan jantung, asma dan bahkan kanker paru-paru. Bagi wanita hamil, merokok pasif bisa menambah resiko kelahiran bayi berat badan rendah dan kelahiran prematur.

Wedad Al Maidoor, kepala pengawasan tembakau di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa setiap orang memiliki peran dalam meningkatkan kesadran tentang bahaya asap rokok.

“Kita tahu asap rokok pasif berbahaya dan bisa menyebabkan orang sakit dan bahkan meninggal akibat asap rokok,” katanya. “Anak-anak dan wanita khususnya memiliki hak untuk hidup di lingkungan bebas rokok. Hal ini akan terjadi dengan memperkuat hukum dan melalui pendidikan.”


Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-26 yang diperingati pada 31 May pekan lalu menyoroti asap rokok yang berbahaya bagi bayi, wanita hamil dan mereka yang di bawah 18 tahun.
Dunia medis telah membuktikan bahwa merokok tidak hanya membahayakan perokok itu sendiri tetapi juga membahayakan mereka yang non-perokok tetapi menghisap asap rokok, yakni perokok pasif.
Bertepatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa rokok membunuh 6 juta orang setiap tahunnya dan 600.000 orang di antaranya adalah perokok pasif.
“Kita harus bertindak sekarang,” kata Dr. Nawar Tayara, seorang dokter anak dan spesialis paru anak (paediatric pulmonologist) di Dubai Healthcare City, seperti dikutip thenational.ae.
Dia percaya harus ada zona merokok di tempat-tempat umum agar non-perokok tidak menghisap asap rokok.
“Kita harus meningkatkan kesadaran tentang asap rokok pasif dan kita harus melakukannya hari ini,” katanya. “Orang-orang punya hak untuk tidak menghirup asap ini karena ini benar-benar sangat, sangat berbahaya. Bahkan dari merokok pasif kita bisa menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung.”
Menurut menurut, sekitar 700 juta anak-anak -hampir setengahnya dari jumlah anak-anak di dunia- terkena asap rokok pasif. Sekitar 90 persennya terkena asap rokok karena orangtua mereka merokok di lingkungan rumah, kata Dr. Tayara.
Anak-anak adalah korban terbesar dari asap rokok pasif karena mereka memiliki paru-paru yang kecil, nafas yang lebih cepat dan sistem imun yang lebih lemah. Menghirup asap rokok bisa menyebabkan infeksi pada telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak dan pnemonia, berdasarkan penelitian medis.
“Para orangtua seharusnya tidak memiliki alasan untuk merokok di dekat anak-anak mereka,” kata Dr. Tayara. “Jika anda memiliki anak-anak dan harus merokok, maka lakukan di luar rumah – menghentikan asap rokok pasif adalah benar-benar sangat, sangat penting ketika mereka masih kecil.”
Merokok pasif bisa menyebabkan masalah-masalah pernafasan dan meningkatkan serangan jantung, asma dan bahkan kanker paru-paru. Bagi wanita hamil, merokok pasif bisa menambah resiko kelahiran bayi berat badan rendah dan kelahiran prematur.
Wedad Al Maidoor, kepala pengawasan tembakau di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa setiap orang memiliki peran dalam meningkatkan kesadran tentang bahaya asap rokok.
“Kita tahu asap rokok pasif berbahaya dan bisa menyebabkan orang sakit dan bahkan meninggal akibat asap rokok,” katanya. “Anak-anak dan wanita khususnya memiliki hak untuk hidup di lingkungan bebas rokok. Hal ini akan terjadi dengan memperkuat hukum dan melalui pendidikan.”
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/04/who-600-000-orang-meninggal-dunia-setiap-tahun-akibat-merokok-pasif.html#sthash.HykkMWTt.dpuf
 


Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-26 yang diperingati pada 31 May pekan lalu menyoroti asap rokok yang berbahaya bagi bayi, wanita hamil dan mereka yang di bawah 18 tahun.
Dunia medis telah membuktikan bahwa merokok tidak hanya membahayakan perokok itu sendiri tetapi juga membahayakan mereka yang non-perokok tetapi menghisap asap rokok, yakni perokok pasif.
Bertepatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa rokok membunuh 6 juta orang setiap tahunnya dan 600.000 orang di antaranya adalah perokok pasif.
“Kita harus bertindak sekarang,” kata Dr. Nawar Tayara, seorang dokter anak dan spesialis paru anak (paediatric pulmonologist) di Dubai Healthcare City, seperti dikutip thenational.ae.
Dia percaya harus ada zona merokok di tempat-tempat umum agar non-perokok tidak menghisap asap rokok.
“Kita harus meningkatkan kesadaran tentang asap rokok pasif dan kita harus melakukannya hari ini,” katanya. “Orang-orang punya hak untuk tidak menghirup asap ini karena ini benar-benar sangat, sangat berbahaya. Bahkan dari merokok pasif kita bisa menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung.”
Menurut menurut, sekitar 700 juta anak-anak -hampir setengahnya dari jumlah anak-anak di dunia- terkena asap rokok pasif. Sekitar 90 persennya terkena asap rokok karena orangtua mereka merokok di lingkungan rumah, kata Dr. Tayara.
Anak-anak adalah korban terbesar dari asap rokok pasif karena mereka memiliki paru-paru yang kecil, nafas yang lebih cepat dan sistem imun yang lebih lemah. Menghirup asap rokok bisa menyebabkan infeksi pada telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan meningkatkan resiko sindrom kematian mendadak dan pnemonia, berdasarkan penelitian medis.
“Para orangtua seharusnya tidak memiliki alasan untuk merokok di dekat anak-anak mereka,” kata Dr. Tayara. “Jika anda memiliki anak-anak dan harus merokok, maka lakukan di luar rumah – menghentikan asap rokok pasif adalah benar-benar sangat, sangat penting ketika mereka masih kecil.”
Merokok pasif bisa menyebabkan masalah-masalah pernafasan dan meningkatkan serangan jantung, asma dan bahkan kanker paru-paru. Bagi wanita hamil, merokok pasif bisa menambah resiko kelahiran bayi berat badan rendah dan kelahiran prematur.
Wedad Al Maidoor, kepala pengawasan tembakau di Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa setiap orang memiliki peran dalam meningkatkan kesadran tentang bahaya asap rokok.
“Kita tahu asap rokok pasif berbahaya dan bisa menyebabkan orang sakit dan bahkan meninggal akibat asap rokok,” katanya. “Anak-anak dan wanita khususnya memiliki hak untuk hidup di lingkungan bebas rokok. Hal ini akan terjadi dengan memperkuat hukum dan melalui pendidikan.”
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/04/who-600-000-orang-meninggal-dunia-setiap-tahun-akibat-merokok-pasif.html#sthash.HykkMWTt.dpuf
WHO: 600.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat merokok pasif - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/04/who-600-000-orang-meninggal-dunia-setiap-tahun-akibat-merokok-pasif.html#sthash.HykkMWTt.dpuf
Kontes Miss World, ajang maksiat
 Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa rezim Soeharto yang terkenal sekuler, Daoed Joesoef, menentang keras berbagai kontes kecantikan. Dalam bukunya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (2006), ia menulis: ”Pendek kata, kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ‘meramaikan’ pesta kecantikan perempuan di forum internasional,” tulisnya.

Mujiyanto pada tabloid media umat menulis, Daoed Joesoef benar. Ajang ini sebenarnya adalah ajang bisnis. Miss World dulunya juga berasal dari acara kontes bikini di Inggris. Perusahaan bikini yang punya andil besar dalam kontes ini. Kemudian, kontes itu disiarkan langsung melalui televisi. Ternyata, penontonnya banyak sehingga bisa mengalahkan acara sepakbola dan Olympiade. Akhirnya, bisnis ini dikembangkan menjadi bisnis televisi.

Di Indonesia, Miss World ini dikuasai oleh MNC Grup, perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo. Istri Hary Tanoe-lah yang punya peran dalam penyelenggaraan ini. Melalui ajang di Indonesia, MNC akan menjadi pemegang hak siar yang akan dijual kepada stasiun televisi lain di dunia. Konon pemirsa Miss World ini mencapai lebih dari 1 milyar pasang mata. Cara ini sendiri diikuti oleh 132 negara.

Selain berbau bisnis, kontes-kontesan ini memang mengemban misi politik. Dalam pelaksanaannya sejak 1951, ada saja maksud di balik penyelenggaraan ajang ini di sebuah negara tertentu. Hal yang sama berlaku pada kontes Miss Universe.

Berbahaya

Ajang Miss World seolah biasa saja. Tapi bila didalami, pemilihan wanita cantik ini akan menodai citra Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Dengan penyelenggaraan di Indonesia, bisa jadi tujuannya kian meliberalkan kaum Muslim dunia. Ibarat kata: Indonesia yang mayoritas Muslim bisa menerima Miss World, seharusnya negara lain bisa juga.

Ajang ini juga menjadi arena untuk merusak moral generasi muda Indonesia. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada mereka dengan melihat siaran langsung buka-bukaan aurat ini. Moral mereka akan rusak.

Lebih dari itu, terlaksananya ajang ini akan membuat dosa bagi rakyat negeri ini. Jelas-jelas itu kemaksiatan, kenapa tetap dilangsungkan? Terlebih lagi acara ini akan bisa mendatangkan dosa bagi para pejabat, baik dari tingkat pusat hingga daerah yang merestui acara ini berlangsung.

Kemaksiatan itu terjadi karena acara ini bertentangan dengan ajaran Islam. Wanita diperintahkan menutup aurat, ajang Miss World ini justru mengumbar aurat. Kontes ini juga mengeksploitasi para wanita.

Miss World merupakan bagian dari peradaban Barat untuk menjajah negeri Islam. Bagaimana tidak menjajah jika tujuannya untuk mengeruk keuntungan dari sana sekaligus merusak penduduknya.

Harus Ditolak

Maka penolakan terhadap penyelenggaraan ajang Miss World di Sentul oleh kaum Muslim adalah sebuah keharusan. Sebaliknya pembiaran terhadap ajang ini dikhawatirkan bisa mendatangkan musibah bagi negeri ini.

Ajang ini tidak membawa kebaikan, tapi justru banyak mudharatnya. Makanya, jauh hari sebelum pelaksanaan, kaum Muslim sudah menunjukkan kepeduliannya untuk menolak kontes wanita lajang ini.

Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mempromosikan keindahan Indonesia, tanpa harus mengorbankan kehormatan kaum wanita. Jangan sampai, ajang ini malah mengokohkan penguasaan kapitalis lokal dan asing dalam sendi-sendi kehidupan kaum Muslim.

Kembali ke Islam

Hadirnya berbagai kontes wanita ini tidak lepas dari peradaban Barat yang menjadikan wanita sebagai komoditas dan perannya hanya dipandang sebagai pemuas nafsu seksual belaka.

Kondisi ini tidak akan terjadi manakala Islam diterapkan. Wanita dalam pandangan Islam harus dilindungi dan dihormati. Mereka memiliki kemuliaan. Makanya haram hukumnya bagi mereka mempertontonkan auratnya, apalagi dalam kontes di depan umum dan disiarkan ke seluruh penjuru dunia pula.

Islam telah memiliki aturan yang sangat rinci untuk mengatur hubungan laki-laki dan wanita agar kehidupan ini menjadi tenang dan tentram.

Hanya saja masalahnya, negara yang menerapkan Islam secara kaffah belum ada. Padahal keberadaan khilafah inilah akan menjadi tameng bagi kaum wanita khususnya, dan kaum Muslim umumnya dari perusakan dan serangan musuh Islam.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa rezim Soeharto yang terkenal sekuler, Daoed Joesoef, menentang keras berbagai kontes kecantikan. Dalam bukunya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (2006), ia menulis: ”Pendek kata, kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ‘meramaikan’ pesta kecantikan perempuan di forum internasional,” tulisnya.
Mujiyanto pada tabloid media umat menulis, Daoed Joesoef benar. Ajang ini sebenarnya adalah ajang bisnis. Miss World dulunya juga berasal dari acara kontes bikini di Inggris. Perusahaan bikini yang punya andil besar dalam kontes ini. Kemudian, kontes itu disiarkan langsung melalui televisi. Ternyata, penontonnya banyak sehingga bisa mengalahkan acara sepakbola dan Olympiade. Akhirnya, bisnis ini dikembangkan menjadi bisnis televisi.
Di Indonesia, Miss World ini dikuasai oleh MNC Grup, perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo. Istri Hary Tanoe-lah yang punya peran dalam penyelenggaraan ini. Melalui ajang di Indonesia, MNC akan menjadi pemegang hak siar yang akan dijual kepada stasiun televisi lain di dunia. Konon pemirsa Miss World ini mencapai lebih dari 1 milyar pasang mata. Cara ini sendiri diikuti oleh 132 negara.
Selain berbau bisnis, kontes-kontesan ini memang mengemban misi politik. Dalam pelaksanaannya sejak 1951, ada saja maksud di balik penyelenggaraan ajang ini di sebuah negara tertentu. Hal yang sama berlaku pada kontes Miss Universe.
Berbahaya
Ajang Miss World seolah biasa saja. Tapi bila didalami, pemilihan wanita cantik ini akan menodai citra Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Dengan penyelenggaraan di Indonesia, bisa jadi tujuannya kian meliberalkan kaum Muslim dunia. Ibarat kata: Indonesia yang mayoritas Muslim bisa menerima Miss World, seharusnya negara lain bisa juga.
Ajang ini juga menjadi arena untuk merusak moral generasi muda Indonesia. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada mereka dengan melihat siaran langsung buka-bukaan aurat ini. Moral mereka akan rusak.
Lebih dari itu, terlaksananya ajang ini akan membuat dosa bagi rakyat negeri ini. Jelas-jelas itu kemaksiatan, kenapa tetap dilangsungkan? Terlebih lagi acara ini akan bisa mendatangkan dosa bagi para pejabat, baik dari tingkat pusat hingga daerah yang merestui acara ini berlangsung.
Kemaksiatan itu terjadi karena acara ini bertentangan dengan ajaran Islam. Wanita diperintahkan menutup aurat, ajang Miss World ini justru mengumbar aurat. Kontes ini juga mengeksploitasi para wanita.
Miss World merupakan bagian dari peradaban Barat untuk menjajah negeri Islam. Bagaimana tidak menjajah jika tujuannya untuk mengeruk keuntungan dari sana sekaligus merusak penduduknya.
Harus Ditolak
Maka penolakan terhadap penyelenggaraan ajang Miss World di Sentul oleh kaum Muslim adalah sebuah keharusan. Sebaliknya pembiaran terhadap ajang ini dikhawatirkan bisa mendatangkan musibah bagi negeri ini.
Ajang ini tidak membawa kebaikan, tapi justru banyak mudharatnya. Makanya, jauh hari sebelum pelaksanaan, kaum Muslim sudah menunjukkan kepeduliannya untuk menolak kontes wanita lajang ini.
Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mempromosikan keindahan Indonesia, tanpa harus mengorbankan kehormatan kaum wanita. Jangan sampai, ajang ini malah mengokohkan penguasaan kapitalis lokal dan asing dalam sendi-sendi kehidupan kaum Muslim.
Kembali ke Islam
Hadirnya berbagai kontes wanita ini tidak lepas dari peradaban Barat yang menjadikan wanita sebagai komoditas dan perannya hanya dipandang sebagai pemuas nafsu seksual belaka.
Kondisi ini tidak akan terjadi manakala Islam diterapkan. Wanita dalam pandangan Islam harus dilindungi dan dihormati. Mereka memiliki kemuliaan. Makanya haram hukumnya bagi mereka mempertontonkan auratnya, apalagi dalam kontes di depan umum dan disiarkan ke seluruh penjuru dunia pula.
Islam telah memiliki aturan yang sangat rinci untuk mengatur hubungan laki-laki dan wanita agar kehidupan ini menjadi tenang dan tentram.
Hanya saja masalahnya, negara yang menerapkan Islam secara kaffah belum ada. Padahal keberadaan khilafah inilah akan menjadi tameng bagi kaum wanita khususnya, dan kaum Muslim umumnya dari perusakan dan serangan musuh Islam
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/08/kontes-miss-world-ajang-maksiat.html#sthash.Yokup33n.dpuf

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa rezim Soeharto yang terkenal sekuler, Daoed Joesoef, menentang keras berbagai kontes kecantikan. Dalam bukunya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (2006), ia menulis: ”Pendek kata, kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ‘meramaikan’ pesta kecantikan perempuan di forum internasional,” tulisnya.
Mujiyanto pada tabloid media umat menulis, Daoed Joesoef benar. Ajang ini sebenarnya adalah ajang bisnis. Miss World dulunya juga berasal dari acara kontes bikini di Inggris. Perusahaan bikini yang punya andil besar dalam kontes ini. Kemudian, kontes itu disiarkan langsung melalui televisi. Ternyata, penontonnya banyak sehingga bisa mengalahkan acara sepakbola dan Olympiade. Akhirnya, bisnis ini dikembangkan menjadi bisnis televisi.
Di Indonesia, Miss World ini dikuasai oleh MNC Grup, perusahaan milik taipan Hary Tanoesoedibjo. Istri Hary Tanoe-lah yang punya peran dalam penyelenggaraan ini. Melalui ajang di Indonesia, MNC akan menjadi pemegang hak siar yang akan dijual kepada stasiun televisi lain di dunia. Konon pemirsa Miss World ini mencapai lebih dari 1 milyar pasang mata. Cara ini sendiri diikuti oleh 132 negara.
Selain berbau bisnis, kontes-kontesan ini memang mengemban misi politik. Dalam pelaksanaannya sejak 1951, ada saja maksud di balik penyelenggaraan ajang ini di sebuah negara tertentu. Hal yang sama berlaku pada kontes Miss Universe.
Berbahaya
Ajang Miss World seolah biasa saja. Tapi bila didalami, pemilihan wanita cantik ini akan menodai citra Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Dengan penyelenggaraan di Indonesia, bisa jadi tujuannya kian meliberalkan kaum Muslim dunia. Ibarat kata: Indonesia yang mayoritas Muslim bisa menerima Miss World, seharusnya negara lain bisa juga.
Ajang ini juga menjadi arena untuk merusak moral generasi muda Indonesia. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada mereka dengan melihat siaran langsung buka-bukaan aurat ini. Moral mereka akan rusak.
Lebih dari itu, terlaksananya ajang ini akan membuat dosa bagi rakyat negeri ini. Jelas-jelas itu kemaksiatan, kenapa tetap dilangsungkan? Terlebih lagi acara ini akan bisa mendatangkan dosa bagi para pejabat, baik dari tingkat pusat hingga daerah yang merestui acara ini berlangsung.
Kemaksiatan itu terjadi karena acara ini bertentangan dengan ajaran Islam. Wanita diperintahkan menutup aurat, ajang Miss World ini justru mengumbar aurat. Kontes ini juga mengeksploitasi para wanita.
Miss World merupakan bagian dari peradaban Barat untuk menjajah negeri Islam. Bagaimana tidak menjajah jika tujuannya untuk mengeruk keuntungan dari sana sekaligus merusak penduduknya.
Harus Ditolak
Maka penolakan terhadap penyelenggaraan ajang Miss World di Sentul oleh kaum Muslim adalah sebuah keharusan. Sebaliknya pembiaran terhadap ajang ini dikhawatirkan bisa mendatangkan musibah bagi negeri ini.
Ajang ini tidak membawa kebaikan, tapi justru banyak mudharatnya. Makanya, jauh hari sebelum pelaksanaan, kaum Muslim sudah menunjukkan kepeduliannya untuk menolak kontes wanita lajang ini.
Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk mempromosikan keindahan Indonesia, tanpa harus mengorbankan kehormatan kaum wanita. Jangan sampai, ajang ini malah mengokohkan penguasaan kapitalis lokal dan asing dalam sendi-sendi kehidupan kaum Muslim.
Kembali ke Islam
Hadirnya berbagai kontes wanita ini tidak lepas dari peradaban Barat yang menjadikan wanita sebagai komoditas dan perannya hanya dipandang sebagai pemuas nafsu seksual belaka.
Kondisi ini tidak akan terjadi manakala Islam diterapkan. Wanita dalam pandangan Islam harus dilindungi dan dihormati. Mereka memiliki kemuliaan. Makanya haram hukumnya bagi mereka mempertontonkan auratnya, apalagi dalam kontes di depan umum dan disiarkan ke seluruh penjuru dunia pula.
Islam telah memiliki aturan yang sangat rinci untuk mengatur hubungan laki-laki dan wanita agar kehidupan ini menjadi tenang dan tentram.
Hanya saja masalahnya, negara yang menerapkan Islam secara kaffah belum ada. Padahal keberadaan khilafah inilah akan menjadi tameng bagi kaum wanita khususnya, dan kaum Muslim umumnya dari perusakan dan serangan musuh Islam
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/08/kontes-miss-world-ajang-maksiat.html#sthash.Yokup33n.dpuf





 Tolak Miss World, Muslimah HTI kunjungi MNC Group
Meski dikabarkan tidak ada kontes bikini pada final Miss World di Bogor pada September mendatang, namun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemilihan ratu sejagat itu.

Rombongan Muslimah HTI yaitu, Iffah Ainur Rochmah (Jurubicara MHTI), Nanik Wijayanti (DPP MHTI), Yusriana (DPP MHTI), Zulia Ilmawati (Muslimah Media Center MHTI), Nindira (Sekretaris Jurubicara MHTI) dan Rina Rahmalia (Muslimah Media Center MHTI) melakukan kunjungan ke MNCTV, Kamis (20/6/2013).

Perwakilan MHTI diterima oleh Hasan Bisri BFC (Produser), Syaifudin Kurdi (Progaming), Gito (Kepala Internal Sensor), Danang Haris (Bagian Sekretari), Eni (Bagian Sekretari) dan Nattan Sembiring (Bagian Produksi).

Dalam sambutannya Syaifudin Kurdi menyampaikan secara individu mengapresiasi atas terselenggaranya Muktamar Khilafah oleh HTI dengan tema “Perubahan Dunia Menuju Khilafah”. Menurutnya mewujudkan Khilafah adalah visi yang luar biasa apalagi dalam kondisi saat ini di mana umat Islam terpecah belah dalam berbagai kepentingan dan golongan.

Dalam kunjungannya ke MNCTV yang merupakan bagian dari MNC Grup, Muslimah HTI melalui Jurubicaranya, Iffah Ainur Rochmah menyampaikan penolakan terkait rencana pelaksanaan Miss World yang akan ditanyangkan oleh salah satu stasiun televisi dari MNC Grup tersebut.

“Konsep 3 B yang selama ini didengungkan yaitu Beauty, Behavior dan Brain sesungguhnya tak lebih dari Body Body Body,” tandas Iffah di hadapan tuan rumah MNCTV di Jakarta, Kamis, (20/06/2013).

Iffah menyatakan, sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat untuk menyampaikan yang hak dan menolak segala bentuk kemungkaran. Maka, Muslimah HTI sebagai bagian dari masyarakat tegas menolak pelaksanaan Miss World 2013 ini.

Kontes semacam ini, kata Iffah, telah bertentangan dengan budaya ketimuran, apalagi bila merujuk Islam tentu sangat bertentangan. “Dan penolakan terkait ajang ini telah datang dari berbagai tokoh umat, ormas dan umat secara umum,” tambahnya.

Selain nasihat bahwa media harus menjadi tontonan yang tidak saja memberi tuntunan tapi juga harus mencerdaskan, Muslimah HTI juga mengapresiasi MNCTV yang telah menayangkan film Omar pada bulan Ramadhan yang bisa menjadi alternatif tontonan di tengah maraknya tayangan yang tidak mendidik.
AKARTA (Arrahmah.com) – Meski dikabarkan tidak ada kontes bikini pada final Miss World di Bogor pada September mendatang, namun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemilihan ratu sejagat itu.
Rombongan Muslimah HTI yaitu, Iffah Ainur Rochmah (Jurubicara MHTI), Nanik Wijayanti (DPP MHTI), Yusriana (DPP MHTI), Zulia Ilmawati (Muslimah Media Center MHTI), Nindira (Sekretaris Jurubicara MHTI) dan Rina Rahmalia (Muslimah Media Center MHTI) melakukan kunjungan ke MNCTV, Kamis (20/6/2013).
Perwakilan MHTI diterima oleh Hasan Bisri BFC (Produser), Syaifudin Kurdi (Progaming), Gito (Kepala Internal Sensor), Danang Haris (Bagian Sekretari), Eni (Bagian Sekretari) dan Nattan Sembiring (Bagian Produksi).
Dalam sambutannya Syaifudin Kurdi menyampaikan secara individu mengapresiasi atas terselenggaranya Muktamar Khilafah oleh HTI dengan tema “Perubahan Dunia Menuju Khilafah”. Menurutnya mewujudkan Khilafah adalah visi yang luar biasa apalagi dalam kondisi saat ini di mana umat Islam terpecah belah dalam berbagai kepentingan dan golongan.
Dalam kunjungannya ke MNCTV yang merupakan bagian dari MNC Grup, Muslimah HTI melalui Jurubicaranya, Iffah Ainur Rochmah menyampaikan penolakan terkait rencana pelaksanaan Miss World yang akan ditanyangkan oleh salah satu stasiun televisi dari MNC Grup tersebut.
“Konsep 3 B yang selama ini didengungkan yaitu Beauty, Behavior dan Brain sesungguhnya tak lebih dari Body Body Body,” tandas Iffah di hadapan tuan rumah MNCTV di Jakarta, Kamis, (20/06/2013).
Iffah menyatakan, sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat untuk menyampaikan yang hak dan menolak segala bentuk kemungkaran. Maka, Muslimah HTI sebagai bagian dari masyarakat tegas menolak pelaksanaan Miss World 2013 ini.
Kontes semacam ini, kata Iffah, telah bertentangan dengan budaya ketimuran, apalagi bila merujuk Islam tentu sangat bertentangan. “Dan penolakan terkait ajang ini telah datang dari berbagai tokoh umat, ormas dan umat secara umum,” tambahnya.
Selain nasihat bahwa media harus menjadi tontonan yang tidak saja memberi tuntunan tapi juga harus mencerdaskan, Muslimah HTI juga mengapresiasi MNCTV yang telah menayangkan film Omar pada bulan Ramadhan yang bisa menjadi alternatif tontonan di tengah maraknya tayangan yang tidak mendidik.
(islampos/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/22/tolak-miss-world-muslimah-hti-kunjungi-mnc-group.html#sthash.ZipxDqdV.dpuf
Meski dikabarkan tidak ada kontes bikini pada final Miss World di Bogor pada September mendatang, namun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemilihan ratu sejagat itu.
Rombongan Muslimah HTI yaitu, Iffah Ainur Rochmah (Jurubicara MHTI), Nanik Wijayanti (DPP MHTI), Yusriana (DPP MHTI), Zulia Ilmawati (Muslimah Media Center MHTI), Nindira (Sekretaris Jurubicara MHTI) dan Rina Rahmalia (Muslimah Media Center MHTI) melakukan kunjungan ke MNCTV, Kamis (20/6/2013).
Perwakilan MHTI diterima oleh Hasan Bisri BFC (Produser), Syaifudin Kurdi (Progaming), Gito (Kepala Internal Sensor), Danang Haris (Bagian Sekretari), Eni (Bagian Sekretari) dan Nattan Sembiring (Bagian Produksi).
Dalam sambutannya Syaifudin Kurdi menyampaikan secara individu mengapresiasi atas terselenggaranya Muktamar Khilafah oleh HTI dengan tema “Perubahan Dunia Menuju Khilafah”. Menurutnya mewujudkan Khilafah adalah visi yang luar biasa apalagi dalam kondisi saat ini di mana umat Islam terpecah belah dalam berbagai kepentingan dan golongan.
Dalam kunjungannya ke MNCTV yang merupakan bagian dari MNC Grup, Muslimah HTI melalui Jurubicaranya, Iffah Ainur Rochmah menyampaikan penolakan terkait rencana pelaksanaan Miss World yang akan ditanyangkan oleh salah satu stasiun televisi dari MNC Grup tersebut.
“Konsep 3 B yang selama ini didengungkan yaitu Beauty, Behavior dan Brain sesungguhnya tak lebih dari Body Body Body,” tandas Iffah di hadapan tuan rumah MNCTV di Jakarta, Kamis, (20/06/2013).
Iffah menyatakan, sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat untuk menyampaikan yang hak dan menolak segala bentuk kemungkaran. Maka, Muslimah HTI sebagai bagian dari masyarakat tegas menolak pelaksanaan Miss World 2013 ini.
Kontes semacam ini, kata Iffah, telah bertentangan dengan budaya ketimuran, apalagi bila merujuk Islam tentu sangat bertentangan. “Dan penolakan terkait ajang ini telah datang dari berbagai tokoh umat, ormas dan umat secara umum,” tambahnya.
Selain nasihat bahwa media harus menjadi tontonan yang tidak saja memberi tuntunan tapi juga harus mencerdaskan, Muslimah HTI juga mengapresiasi MNCTV yang telah menayangkan film Omar pada bulan Ramadhan yang bisa menjadi alternatif tontonan di tengah maraknya tayangan yang tidak mendidik.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/22/tolak-miss-world-muslimah-hti-kunjungi-mnc-group.html#sthash.ZipxDqdV.dpuf
Meski dikabarkan tidak ada kontes bikini pada final Miss World di Bogor pada September mendatang, namun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemilihan ratu sejagat itu.
Rombongan Muslimah HTI yaitu, Iffah Ainur Rochmah (Jurubicara MHTI), Nanik Wijayanti (DPP MHTI), Yusriana (DPP MHTI), Zulia Ilmawati (Muslimah Media Center MHTI), Nindira (Sekretaris Jurubicara MHTI) dan Rina Rahmalia (Muslimah Media Center MHTI) melakukan kunjungan ke MNCTV, Kamis (20/6/2013).
Perwakilan MHTI diterima oleh Hasan Bisri BFC (Produser), Syaifudin Kurdi (Progaming), Gito (Kepala Internal Sensor), Danang Haris (Bagian Sekretari), Eni (Bagian Sekretari) dan Nattan Sembiring (Bagian Produksi).
Dalam sambutannya Syaifudin Kurdi menyampaikan secara individu mengapresiasi atas terselenggaranya Muktamar Khilafah oleh HTI dengan tema “Perubahan Dunia Menuju Khilafah”. Menurutnya mewujudkan Khilafah adalah visi yang luar biasa apalagi dalam kondisi saat ini di mana umat Islam terpecah belah dalam berbagai kepentingan dan golongan.
Dalam kunjungannya ke MNCTV yang merupakan bagian dari MNC Grup, Muslimah HTI melalui Jurubicaranya, Iffah Ainur Rochmah menyampaikan penolakan terkait rencana pelaksanaan Miss World yang akan ditanyangkan oleh salah satu stasiun televisi dari MNC Grup tersebut.
“Konsep 3 B yang selama ini didengungkan yaitu Beauty, Behavior dan Brain sesungguhnya tak lebih dari Body Body Body,” tandas Iffah di hadapan tuan rumah MNCTV di Jakarta, Kamis, (20/06/2013).
Iffah menyatakan, sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat untuk menyampaikan yang hak dan menolak segala bentuk kemungkaran. Maka, Muslimah HTI sebagai bagian dari masyarakat tegas menolak pelaksanaan Miss World 2013 ini.
Kontes semacam ini, kata Iffah, telah bertentangan dengan budaya ketimuran, apalagi bila merujuk Islam tentu sangat bertentangan. “Dan penolakan terkait ajang ini telah datang dari berbagai tokoh umat, ormas dan umat secara umum,” tambahnya.
Selain nasihat bahwa media harus menjadi tontonan yang tidak saja memberi tuntunan tapi juga harus mencerdaskan, Muslimah HTI juga mengapresiasi MNCTV yang telah menayangkan film Omar pada bulan Ramadhan yang bisa menjadi alternatif tontonan di tengah maraknya tayangan yang tidak mendidik.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/22/tolak-miss-world-muslimah-hti-kunjungi-mnc-group.html#sthash.ZipxDqdV.dpuf
Meski dikabarkan tidak ada kontes bikini pada final Miss World di Bogor pada September mendatang, namun Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia tetap menolak pelaksanaan pemilihan ratu sejagat itu.
Rombongan Muslimah HTI yaitu, Iffah Ainur Rochmah (Jurubicara MHTI), Nanik Wijayanti (DPP MHTI), Yusriana (DPP MHTI), Zulia Ilmawati (Muslimah Media Center MHTI), Nindira (Sekretaris Jurubicara MHTI) dan Rina Rahmalia (Muslimah Media Center MHTI) melakukan kunjungan ke MNCTV, Kamis (20/6/2013).
Perwakilan MHTI diterima oleh Hasan Bisri BFC (Produser), Syaifudin Kurdi (Progaming), Gito (Kepala Internal Sensor), Danang Haris (Bagian Sekretari), Eni (Bagian Sekretari) dan Nattan Sembiring (Bagian Produksi).
Dalam sambutannya Syaifudin Kurdi menyampaikan secara individu mengapresiasi atas terselenggaranya Muktamar Khilafah oleh HTI dengan tema “Perubahan Dunia Menuju Khilafah”. Menurutnya mewujudkan Khilafah adalah visi yang luar biasa apalagi dalam kondisi saat ini di mana umat Islam terpecah belah dalam berbagai kepentingan dan golongan.
Dalam kunjungannya ke MNCTV yang merupakan bagian dari MNC Grup, Muslimah HTI melalui Jurubicaranya, Iffah Ainur Rochmah menyampaikan penolakan terkait rencana pelaksanaan Miss World yang akan ditanyangkan oleh salah satu stasiun televisi dari MNC Grup tersebut.
“Konsep 3 B yang selama ini didengungkan yaitu Beauty, Behavior dan Brain sesungguhnya tak lebih dari Body Body Body,” tandas Iffah di hadapan tuan rumah MNCTV di Jakarta, Kamis, (20/06/2013).
Iffah menyatakan, sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat untuk menyampaikan yang hak dan menolak segala bentuk kemungkaran. Maka, Muslimah HTI sebagai bagian dari masyarakat tegas menolak pelaksanaan Miss World 2013 ini.
Kontes semacam ini, kata Iffah, telah bertentangan dengan budaya ketimuran, apalagi bila merujuk Islam tentu sangat bertentangan. “Dan penolakan terkait ajang ini telah datang dari berbagai tokoh umat, ormas dan umat secara umum,” tambahnya.
Selain nasihat bahwa media harus menjadi tontonan yang tidak saja memberi tuntunan tapi juga harus mencerdaskan, Muslimah HTI juga mengapresiasi MNCTV yang telah menayangkan film Omar pada bulan Ramadhan yang bisa menjadi alternatif tontonan di tengah maraknya tayangan yang tidak mendidik.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/22/tolak-miss-world-muslimah-hti-kunjungi-mnc-group.html#sthash.ZipxDqdV.dpuf

http://www.hidayatullah.com/berita/gal234289938.jpg
Ismail Covadia


Duta Besar Afrika Selatan untuk ‘israel’, Ismail Coovadia menolak ‘hadiah’ dari Kementerian Luar Negeri ‘israel’. ‘Hadiah’ tersebut berupa sertifikat yang menyebutkan bahwa 18 pohon akan ditanam untuk menghormati duta besar Afrika Selatan yang juga disponsori oleh Dana Nasional Yahudi (JNF).
 
Seperti dikutip dari situs Middle East Monitor, langkah Coovadia ini semakin mempertegang hubungan antara Afrika Selatan dengan ‘israel’. “Saya telah mendukung perjuangan melawan aparteid di Afrika Selatan dan sekarang saya tidak akan menjadi pendukung atas apa yang saya saksikan di ‘israel’ yang merupakan sebuah replika dari aparteid,” ujar Coovadia dalam suratnya kepada ‘israel’.

Sebuah film dokumenter, Under the Forest, yang dirilis pembuat film pemenang Emmy Award, Mark Kaplan dan sarjana Yahudi di Cape Town, Heidi Grunebaum menggambarkan tentang peran JNF dalam pembangunan Hutan Afrika Selatan di desa Lubya Palestina yang dihancurkan pasukan zionis pada 1948. JNF, pemerintah ‘israel’ dan pendukungnya bersuka cita dengan pembangunan hutan ini namun para aktivis HAM mengecamnya mengingat penindasan juga pembersihan etnis yang dilakukan ‘israel’ terhadap rakyat Palestina.* 
Pic

Seorang warga zionis Yahudi menabrak seorang bocah Palestina di Hebron, selatan Tepi Barat sementara itu pasukan penjajah melakukan penggeledahan di sejumlah baldah di sana.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), Sumber keamanan Palestina menyebutkan seorang bocah Palestina bernama Amer Ahmad Jaber (4) sengaja ditabrak warga pemukim Yahudi di Kota Tua Hebron kemarin sore Selasa.
Korban langsung dievakuasi ke RS. Bahkan warga Yahudi tanpa belas kasihan melepaskan anjingnya ke arah warga Palestina dan gembalaan kambing mereka di desa Nabi dekat baldah Yatha.

Pasukan zionis penjajah juga menggerebek desa Daorah, sementara pasukan khusus zionis menyerang baldah Samu tanpa ada penangkapan. Pasukan zionis memasang perlintasan militer di gerbang kamp pengungsi Faura dan gerbang baldah Daora.

Sebelum ini, Oktober 2010, tiga bocah Palestina di kawasan Silwan, Al-Quds (Yerusalem) yang dijajah,  mengalami luka setelah ditabrak seorang pemukim Yahudi dengan sengaja.

Al-Aqsa Voice melaporkan dari Al-Quds, ketiga anak tadi dalam perjalanan pulang sesudah shalat Jumat.
Jawad Shiyam, ketua Pusat Informasi Wadi Halwah (salah satu kawasan di Silwan) mengatakan ketiga bocah itu kemudian dibawa ke rumah sakit oleh warga setempat. Dua dari tiga anak itu diketahui namanya: Imran Manshur dan Iyyad Ghaits, masing-masing berumur 10 tahun.

Legalkan Penggunaan Anjing
Di tempat terpisah, militer penjajah zionis juga telah menggunakan anjing untuk menyerang warga Palestina tanpa senjata sebagai tindakan legal.
Akibatnya, Organisasi HAM Betsalem di ‘Israel’ menuntut kepada penjajah zionis melarang penggunaan binatang anjing untuk menyerang warga Palestina.
Hal ini dilakukan menyusul serangan anjing yang digunakan Israel dalam menyerang buruh Palestina masuk ke wilayah zionis. Akibatnya, buruh Palestina itu mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit ‘Israel’ untuk diobati.

Ketua Organisasi Betselem menegaskan bahwa penggunaan anjing itu tidak bisa diterima dan merupakan tindakan amoral. Pihaknya menilai hal itu sebagai sarana berbahaya yang menyebabkan ketakutan warga dan luka.
Pada 15 Mei lalu, tiga pemuda Palestina dari baldah Betawala tiba di tembok pemisah zionis untuk masuk ke wilayah dalam ‘Israel’. Mereka kemudian dipergoki oleh pasukan penjajah dan diminta berhenti. Namun para pemuda Palestina itu kabur.
Pasukan zionis melepaskan tembakan ke arah pemuda dengan peluru karet di bagian kaki mereka. Salah satu mereka mengalami luka.*

Selasa, 04 Juni 2013




Jawapannya sudah dijawab dalam hadis tentang pohon itu, iaitu pohon Gharqad itu adalah pohon orang Yahudi. Sehingga pokok itu akan melindungi mereka dari dikejar umat Islam.
Dari Abi Hurairah ra. bahawa Nabi SAW bersabda,
“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi,” Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah! “(HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami ‘As-Shaghir no. 7414)
 
لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود, فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر, فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم, يا عبد الله, هذا يهودي خلفي, فتعال فاقتله .. إلا الغرقد, فإنه من شجر اليهود “(ذكره في: صحيح الجامع الصغير أيضا -7427)
 
Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), kerana termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami ‘As-shaghir no. 7427)
Hadis di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbezaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang berkaitan dengan mukjizat berkenaan peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
 
Namun ada yang perkara yang kurang kita sedari selama ini. Iaitu bahawa hadis ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, setiap orang yang membaca hadis ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?
Sebab di masa mereka hidup, sejarah Yahudi tidak seperti sekarang. Mereka belum lagi menjadi sebuah “negara” super power. Keangkuran Yahudi dengan negara Israelnya belum pernah berlaku sepanjang 14 abad lalu. Keberadaannya baru muncul di abad 20 ini atau abad 14 hijrah.
 
Orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, selalu berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komuniti Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah. Orang Yahudi pernah diseksa oleh Nazi Jerman di zaman Hitler. Hampir tidak ada tempat untuk Yahudi kecuali di dalam negeria Islam. Mereka hidup aman semas tinggal di wilayah khilafah Islam, kerana undang-undang Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi).
 
Salah satu penguasa yang anti Yahudi adalah Sepanyol Kristian. Ketika Sepanyol dikuasai rejim Katolik, bukan hanya umat Islam yang diusir, tetapi juga kalangan Yahudi. Tidak ada satu pun tanah di dunia ini yang mahu menampung bangsa ini, kecuali penguasa muslim Turki Uthmaniyah.
Maka selama 14 abad lalu, hadis ini cukup menghairankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.
 
Teka-teki hadis ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika masyarakat Yahudi dunia melakukan pencerobohan dan menjajah sebuah negera Islam merdeka, Palestin. Pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadis ini, kerana ternyata komuniti Yahudi yang selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam, tiba-tiba berubah menjadi serigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.
Barulah di masa sekarang ini hadis ini menjadi lebih bererti, setelah terbongkarnya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba menjadi makhluk buas pembunuh nyawa.
 
Dan menarik untuk diperhatikan, bahawa Yahudi sudah mempersiapkan apa yang mereka dapat di masa sekarang ini sejak sekian lama. Bahkan ada yang mengatakan sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Konon terbentuknya negara-negara super power, penjajahan barat atas dunia timur, naiknya para pegawai masing-masing di negara kuasa besar, semua tidak terlepas dari sinario mereka. British di masa lalu dan Amerika di masa sekarang, tidak lain hanyalah alat yang disiapkan untuk mewujudkan cita-cita pembentukan Israel.
Kerana itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahawa PBB pun termasuk bahagian dari alat yang dicipta oleh mereka.
Kepastian Kekalahan Yahudi
Selain misteri hadis ini di abad 14 hijrah, hadis ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpaskan mereka.
 
Kerana itu, hadis ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan penjanaan harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahawasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan, mati kutu dan mati. Ini adalah sebuah kepastian, kerana yang berkata bukan sebarang orang. Yang berkata adalah seorang yang paling dekat kepada Allah SWT, iaitu Nabi Muhammad SAW.
Yang menarik juga, di dalam hadis ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, iaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pokok ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pokok ini akan melindungi Yahudi, kerana pokok ini milik mereka.
Dan mengapa pohon gharqad itu melindungi yahudi?
Benar bahawa semua benda itu ciptaan Allah. 
 
Seharusnya semuanya tunduk dan patuh kepada kehendak-Nya. Bukan hanya pohon, bahkan tanah, langit, bumi, dan semua kandungannya, tunduk kepada Allah, baik secara terpaksa mahupun secara sukarela.
Sebenarnya jin kafir atau Iblis sekalipun, juga makhluk ciptaan Allah. Kalau Allah kehendaki, boleh saja Iblis tidak kafir. Kalau Allah kehendaki, boleh saja tidak ada senario Iblis ingkar atas perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam alaihissalam.
 
Tapi yang kita tahu, semua itu adalah kehendak Allah SWT. Sehingga kita dapati Iblis melakukan tindakan kemungkaran yang dilarang, bahkan membangkang terhadap perintah Allah SWT. Kalau pakai logik anda, seharusnya Iblis tidak boleh membangkang, bukankah dia itu makhluk Allah?
Tetapi sekali lagi, kita beriman kepada Allah SWT dan juga kepada sifat-sifat-Nya. Dan salah satu sifat Allah SWT adalah berkehendak. Di antara kehendak-kehendak Allah itu, Allah SWT ternyata menghendaki Iblis membangkang. AKan tetapi bukan pada tempatnya untuk mempersoalkan Allah SWT atas setiap kehendaknya.
 
Dan itulah bezanya tuhan dan bukan tuhan. Tuhan itu berkehendak dan tidak perlu ditanya-tanyai latar belakang semua yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, hanya yang bukan tuhan saja yang boleh ditanya-tanyai kalau bertindak. Kalau kita melakukan dosa dan maksiat atau hal-hal lain yang tidak senonoh, maka kita akan disoal dan harus bertanggung-jawab, paling tidak nanti di akhirat.
Sedangkan tuhan, tidak perlu dan bukan dalam kedudukan untuk disoal siasat, mengapa melakukan ini dan mengapa melakukan itu. Sebab hakikat tuhan adalah mutlak, mutlak, tidak perlu menjelaskan apa yang dikehendaki-Nya.
 
Kembali ke pohon Gharqad, tentu saja bukan kafir. Sebab istilah kafir itu hanya berlaku untuk dua jenis makhluk saja, iaitu jin dan manusia. Selebihnya semua tunduk kepada apa yang Allah kehendaki.
Maka pohon Gharqad itu kalau kita lihat dari kacamata hakikat, sangat tunduk kepada Allah. Tunduk kepada senario dari Allah untuk menjadi pohon yang melindungi Yahudi di akhir zaman. Tetapi tidak perlu kita anggapkan sebagai pohon kafir.
 
Yang kafir itu hanyalah Yahudi, iaitu mereka ingkar dan membangkang dari ketentuan Allah SWT yang bersifat formal. Akhirnya nanti Yahudi akan masuk neraka semuanya dan tidak keluar lagi dari sana selamanya. Kecuali Yahudi yang bertaubat dan sempat masuk Islam, maka mereka adalah saudara kita.
Mekah merupakan tempat destinasi utama bagi umat Islam di dunia ini untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. Jadi tidak hairanlah jika Mekah dihadiri oleh jutaan manusia hampir setiap tahun. Suatu ketika ratusan ribu jemaah haji yang sedang melakukan tawaf gempar apabila sebuah Al-Quran melayang dan terus melekat pada pintu kaabah. Peristiwa luar biasa ini membuat ramai jemaah yang menyaksikannya menangis kerana kagum dengan kejadian Allah.
 

Saksi kejadian berkata pada malam Jumaat sekitar jam 2 pagi, seorang wanita Morocco sedang melakukan tawaf sambil membaca Al-Quran. Sebaik sahaja tiba di pintu depan Kaabah, beliau dilanggar oleh sekumpulan jemaah lain menyebabkan beliau terjatuh dan kitab suci Al-Quran yang dipegang terlepas. Al-Quran tersebut tidak jatuh tetapi melayang dan melekat di pintu Kaabah.

Selepas seorang staff Masjidil Haram mengambil kembali Al-Quran tersebut setelah diturunkan dengan kayu, jemaah-jemaah Haji yang menjadi saksi peristiwa luar biasa itu mencium Al-Quran tersebut. Ternyata baunya sangat wangi seolah-olah dipenuhi berpuluh botol minyak wangi. [Petikan Warta Perdana]
P/S: Walaupun mungkin di antara kita meragui tentang berita ini, namun kita perlu akur bahawa tiada yang mustahil dalam dunia ini. Ini adalah sebahagian daripada tanda kekuasaan Allah SWT. Untuk makluman, sebenarnya kisah ini sudah lama disiarkan di akhbar Warta Perdana.Semoga Menjadi peringatan kepada kita..

Sabtu, 01 Juni 2013


meteor yang jatuh di rusia
Jumat, 15 Februari 2013, Planet Bumi dihantam meteor. Meteor tersebut jatuh dan meledak di Rusia. Tepatnya di wilayah pegunungan Ural, Chelyabinsk. Menurut dari berbagai informasi, meteor yang jatuh dan meledak tersebut mengakibatkan kurang lebih 100 orang terluka akibat pecahan kaca.
Foto Meteor yang jatuh dan meledak di Rusia 
Sebenarnya peristiwa jatuhnya meteor di Rusia tersebut sudah diprediksi jauh hari sebelumnya, para ahli astronomi memperkirakan pada pertengahan bulan Februari ini akan terjadi sebuah peristiwa luar angkasa yang bisa dibilang sangat langka. Yaitu, mendekatnya sebuah asteroid yang diberi nama asteroid 2012 DA14 dengan planet Bumi. Menurut Irina Rossius, salah seorang juru bicara Kementrian Darurat, menjelaskan telah terjadi peristiwa hujan meteor. Namun, dikutip dari salah seorang juru bicara lain di dalam pernyataan kepada kantor berita Interfax, yang terjadi bukanlah hujan meteor, melainkan hanya satu meteor saja.
Berikut video amatir di televisi Rusia yang memperlihatkan sebuah meteor yang melesat kencang dengan kecepatan meteor kurang lebih 54.000 Km/Jam di angkasa pada pukul 09:20 waktu setempat.


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!